Customer Support (62) 811-2266-828
chiyo baby wear
  >  Bayi   >  Panduan Lengkap Pijat Bayi: Manfaat, Teknik Aman per Area Tubuh, dan Waktu yang Tepat

Panduan Lengkap Pijat Bayi: Manfaat, Teknik Aman per Area Tubuh, dan Waktu yang Tepat

Panduan Lengkap Pijat Bayi: Manfaat, Teknik Aman per Area Tubuh, dan Waktu yang Tepat

Pada April 2026, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan seorang bayi menangis histeris saat tubuhnya diketuk dengan alat totok berbalut daun sirih oleh seorang praktisi. Video tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan orang tua: di satu sisi ada yang percaya pijat keras “membuang angin” dan membuat bayi lebih sehat, di sisi lain banyak yang prihatin melihat tangisan si kecil. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun angkat bicara melalui akun resmi Instagram-nya, menegaskan bahwa setiap sentuhan pada anak harus menghadirkan rasa aman, bukan luka atau ketakutan — karena yang dibutuhkan bayi bukan kekuatan, melainkan kepekaan dan kasih sayang.

Kontroversi tersebut menunjukkan betapa besarnya kebutuhan orang tua Indonesia akan panduan pijat bayi yang benar. Pijat bayi bukanlah sekadar tradisi turun-temurun; Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial IDAI secara resmi mengembangkan pijat sebagai bentuk stimulasi pada bayi, dengan tujuan mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan melalui stimulasi raba, gerak, dan kombinasi stimulasi lainnya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun memasukkan pijat bayi sebagai salah satu bentuk stimulasi tumbuh kembang yang menjadi kewenangan bidan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/320/2020 tentang Standar Profesi Bidan.

Artikel ini menyajikan panduan lengkap dan sistematis: apa itu pijat bayi menurut ilmu kedokteran anak, manfaatnya yang didukung penelitian, kapan dan bagaimana melakukannya dengan aman di rumah, teknik per area tubuh langkah demi langkah, hingga kesalahan umum yang harus dihindari. Setiap klaim kesehatan dalam artikel ini merujuk pada sumber tepercaya — IDAI, Kementerian Kesehatan RI, organisasi kesehatan, dan literatur ilmiah — yang seluruhnya tercantum pada bagian Referensi di akhir artikel.

Apa Itu Pijat Bayi?

Menurut IDAI, stimulasi pijat — yang juga dikenal dengan istilah stimulasi sentuh, baby massage, atau infant massage — merupakan kombinasi bentuk stimulasi multimodal, yaitu stimulasi raba (taktil) dan gerak (kinestetik) yang dilakukan oleh orang tua, tenaga kesehatan, atau anggota keluarga lainnya. Pada saat yang sama, orang tua juga memberikan stimulasi auditori (pendengaran, misalnya dengan mengajak bayi berbicara saat dipijat) dan stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat).

Dengan kata lain, pijat bayi bukan sekadar menggosok atau mengurut tubuh si kecil. Ia adalah sebuah aktivitas interaksi menyeluruh: sentuhan lembut yang berirama, tatapan mata, suara lembut orang tua, dan suasana yang nyaman — semuanya bekerja bersama untuk merangsang sistem saraf bayi yang sedang berkembang pesat. Inilah yang membedakan pijat bayi yang benar dari sekadar “urut” biasa: tujuannya adalah stimulasi dan ikatan kasih sayang, bukan “meluruskan” tulang atau “membuang angin” dengan tekanan keras.

IDAI menegaskan bahwa stimulasi pijat dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan nyaman, dengan lama pijatan sekitar 15 menit, dan sebaiknya diberikan secara rutin. Tidak ada batasan baku mengenai frekuensi pijatan per hari, namun orang tua dianjurkan menjadikannya sebuah rutinitas — bila memungkinkan hingga tiga kali sehari.

Manfaat Pijat Bayi yang Didukung Ilmu Pengetahuan

Berbagai penelitian dan pernyataan organisasi kesehatan menunjukkan bahwa pijat bayi yang dilakukan dengan benar memberikan manfaat fisik maupun emosional. Berikut manfaat-manfaat utamanya:

1. Membuat Bayi Lebih Rileks dan Tenang

Sentuhan lembut saat pijat merangsang sistem saraf pusat bayi, yang kemudian memengaruhi produksi hormon di dalam tubuh. Pijatan yang lembut dan berirama membantu menurunkan kadar kortisol — hormon yang berkaitan dengan stres — sekaligus merangsang pelepasan hormon-hormon yang menimbulkan rasa nyaman, seperti serotonin dan endorfin. Akibatnya detak jantung dan laju napas bayi menjadi lebih lambat dan teratur, sehingga bayi terasa lebih rileks.

2. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Tidur

Salah satu manfaat pijat yang paling dirasakan orang tua adalah tidur bayi yang lebih nyenyak. Pijat membantu mengatur ritme tubuh bayi: sentuhan lembut di sore atau malam hari memberi sinyal bahwa waktu istirahat telah tiba. Menurut penjelasan IDAI, salah satu manfaat stimulasi pijat adalah membantu menidurkan bayi.

3. Melancarkan Pencernaan: Meredakan Kolik, Kembung, dan Sembelit

Pijat perut dengan teknik yang tepat — misalnya pola gerakan menyerupai huruf “I”, “L”, dan “U” (dikenal sebagai pola “I Love U”) — membantu merangsang gerak peristaltik usus, yaitu gerakan otot usus yang mendorong isi saluran cerna. Hal ini membantu mengeluarkan gas yang terperangkap sehingga meredakan perut kembung dan kolik, serta membantu melancarkan buang air besar pada bayi yang sembelit. Untuk panduan lebih lengkap mengenai masalah pencernaan si kecil, Anda dapat membaca artikel Mengatasi Perut Kembung pada Bayi: Panduan Lengkap untuk Orang Tua dan Tips Mengatasi Sembelit pada Bayi dan Balita di Chiyo Baby Wear.

4. Membantu Kenaikan Berat Badan

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dipijat secara rutin mengalami kenaikan berat badan yang lebih baik. Salah satu penjelasan yang dikemukakan para ahli adalah bahwa pijat merangsang sistem saraf vagus, yang berperan dalam pencernaan dan penyerapan nutrisi, sehingga nutrisi dari ASI atau susu formula dapat diserap lebih optimal.

5. Mempererat Ikatan Emosional (Bonding) Orang Tua dan Bayi

Saat memijat bayi, tubuh orang tua melepaskan oksitosin — hormon yang menimbulkan rasa hangat, cinta, dan keterikatan. Kontak kulit ke kulit, tatapan mata, dan suara lembut selama pijat menciptakan momen interaksi yang intens dan positif.

Ilustrasi bonding orang tua dan bayi saat pijat

6. Mendukung Perkembangan Otak dan Sistem Saraf

Masa bayi, khususnya 1.000 hari pertama kehidupan, adalah periode emas perkembangan otak. Stimulasi sentuh yang diberikan saat pijat mengaktifkan jutaan reseptor saraf di kulit bayi, mengirimkan sinyal ke otak, dan membantu pembentukan koneksi antar sel saraf.

7. Merangsang Perkembangan Motorik

Gerakan-gerakan lembut saat memijat — menekuk dan meluruskan lengan serta kaki bayi, misalnya — melatih kelenturan sendi, kekuatan otot, dan koordinasi tubuh.

8. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Pijatan lembut meningkatkan sirkulasi darah dan aliran cairan limfatik — sistem yang berperan membawa sel-sel kekebalan ke seluruh tubuh.

9. Mengurangi Frekuensi Menangis dan Kerewelan

Bayi yang dipijat secara rutin cenderung lebih jarang menangis dan lebih mudah ditenangkan. Jika si kecil sering menangis tanpa henti, baca juga Cara Menenangkan Bayi Menangis Terus untuk memahami berbagai penyebab dan solusinya.

10. Membantu Orang Tua Membaca Isyarat Bayi

Manfaat yang sering terlupakan: pijat melatih orang tua menjadi pengamat yang lebih peka. Saat memijat setiap hari, orang tua belajar mengenali bahasa tubuh bayinya.

Kapan Bayi Boleh Mulai Dipijat?

Kementerian Kesehatan RI melalui portal Ayo Sehat menegaskan bahwa anggapan bayi di bawah usia tertentu tidak boleh dipijat hanyalah mitos: bayi sudah bisa dipijat sejak berusia 0 bulan untuk membantu merangsang titik-titik sensor dan fleksibilitas sendi, sepanjang kaidah memijat bayi yang benar diindahkan.

Untuk bayi prematur atau bayi dengan kondisi kesehatan khusus, teknik pemijatan berbeda dengan bayi cukup bulan dan harus dilakukan dengan panduan tenaga kesehatan. Selalu konsultasikan dengan dokter anak atau bidan sebelum memulai rutinitas pijat pada bayi dengan kondisi khusus.

Waktu Terbaik dan Durasi Memijat Bayi

Waktu yang tepat: Pijat dapat dilakukan pagi atau sore hari, saat bayi dalam keadaan tenang, terjaga, dan responsif. Waktu yang ideal adalah sekitar 45 menit setelah menyusu. Banyak orang tua menjadikan pijat sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur malam.

Waktu yang harus dihindari: Jangan memijat bayi sesaat setelah makan atau menyusu, saat bayi sedang lapar, mengantuk, rewel, demam, atau sakit.

Durasi dan frekuensi: IDAI menganjurkan lama pijatan sekitar 15 menit per sesi. Idealnya pijat dijadikan rutinitas 2–3 kali sehari.

Persiapan Sebelum Memijat Bayi

Ilustrasi persiapan sebelum memijat bayi

1. Ruangan yang hangat dan tenang. Pilih ruangan dengan suhu nyaman karena bayi akan dipijat dalam keadaan sebagian besar pakaiannya dilepas.

2. Minyak pijat khusus bayi. Gunakan minyak pijat yang diformulasikan khusus untuk kulit bayi. Hangatkan sedikit minyak di telapak tangan sebelum dioleskan.

3. Tangan yang bersih, hangat, dan berkuku pendek. Cuci tangan hingga bersih, potong kuku, dan lepaskan perhiasan.

4. Alas yang nyaman. Bentangkan handuk lembut atau perlak di permukaan yang datar dan aman.

5. Pakaian bayi yang nyaman setelah pijat. Pilih bahan yang aman untuk kulit bayi seperti katun lembut. Sebagai referensi memilih bahan pakaian yang tepat, baca panduan bahan pakaian bayi di Chiyo Baby Wear.

6. Perhatikan isyarat bayi. Jika sejak awal ia sudah rewel atau menangis, tunda sesi pijat ke waktu lain.

Teknik Pijat Bayi per Area Tubuh: Langkah demi Langkah

Lakukan dengan tekanan yang sangat lembut — cukup dengan berat jari-jari tangan, tanpa menekan. Mulailah dari area kaki, karena umumnya bayi paling mudah menerima sentuhan di sana.

Kaki: Gerakan “Milking” (Memerah)

Pegang pergelangan kaki bayi dengan lembut menggunakan satu tangan. Letakkan tangan yang lain di atas paha bayi, lalu usap ke bawah dengan gerakan seperti memerah hingga ke pergelangan kaki.

Telapak Kaki: Tekanan Lembut Ibu Jari

Dengan ibu jari, berikan tekanan lembut dan usapan kecil melingkar di seluruh telapak kaki bayi, dari tumit hingga pangkal jari-jari kaki.

Perut: Pola “I Love U”

Ini adalah teknik paling terkenal dan bermanfaat untuk pencernaan bayi. Lakukan dengan urutan berikut, selalu searah jarum jam:

Gerakan “I”: Usap lurus ke bawah di sisi kiri perut bayi dengan telapak tangan atau jari-jari, dari bawah tulang rusuk hingga ke pangkal paha.

Gerakan “L”: Usap melintang dari sisi kanan perut bayi ke sisi kiri, lalu turun ke bawah di sisi kiri perut — membentuk huruf “L” terbalik.

Gerakan “U”: Usap membentuk huruf “U” terbalik: mulai dari kanan bawah perut, naik ke atas, melintang ke kiri, lalu turun ke kiri bawah.

Ilustrasi pola pijat perut bayi I Love U

Dada: Gerakan “Butterfly” (Kupu-kupu)

Letakkan kedua telapak tangan di tengah dada bayi, lalu usap ke arah luar menuju bahu dengan gerakan menyerupai kepakan sayap kupu-kupu.

Tangan dan Lengan: Gerakan Memerah seperti pada Kaki

Pegang pergelangan tangan bayi dengan satu tangan, lalu usap lengan dari bahu ke arah pergelangan dengan gerakan memerah yang lembut.

Wajah: Gerakan “Smile” (Senyum)

Dengan ujung jari, usap lembut dari tengah dahi ke arah pelipis, dari hidung ke arah pipi, dan dari tengah dagu ke arah luar membentuk senyuman.

Punggung: Usapan Panjang

Tengkurapkan bayi di atas pangkuan atau alas yang aman. Usap punggungnya dengan kedua telapak tangan dari leher ke arah bokong dengan gerakan panjang dan lembut. Hindari menekan langsung tulang belakang.

Kepala: Hindari pada Bayi Baru Lahir

Pada bayi yang ubun-ubunnya (fontanel) masih terbuka — umumnya hingga usia 12–18 bulan — hindari memberikan tekanan pada area kepala.

Tanda Bayi Nyaman vs Tidak Nyaman Saat Dipijat

Tanda bayi menikmati pijatan: tubuhnya rileks dan lemas, ia menatap Anda atau memejamkan mata dengan tenang, mengeluarkan suara-suara senang, sesekali tersenyum, dan napasnya teratur dan lambat.

Tanda bayi tidak nyaman — segera hentikan atau ubah teknik: bayi menangis keras atau merengek terus, tubuhnya menegang dan melengkung menjauhi sentuhan, mengepalkan tangan erat-erat, atau memalingkan wajah.

Pijat Bayi vs Urut Tradisional: Kenali Perbedaannya

Pijat bayi modern bertujuan memberikan stimulasi lembut untuk tumbuh kembang, dengan tekanan ringan, suasana menyenangkan, dan respons bayi sebagai panduan utama. Sementara praktik urut tradisional tertentu — terutama yang menggunakan tekanan kuat, ketukan, atau alat bantu seperti totok — berisiko mencederai bayi yang tulang dan jaringannya masih sangat lunak.

Kasus viral “totok sirih” pada April 2026 menjadi pengingat keras: IDAI menegaskan bahwa setiap sentuhan pada anak harus menciptakan rasa aman, bukan luka atau ketakutan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

1. Memijat dengan tekanan terlalu keras. Gunakan tekanan seringan mungkin.

2. Memijat sesaat setelah menyusu. Tunggu minimal 45 menit setelah menyusu.

3. Membangunkan bayi yang sedang tidur untuk dipijat. Jangan korbankan waktu tidurnya demi jadwal pijat.

4. Memijat bayi yang sedang sakit atau demam. Tunda pijat hingga ia pulih sepenuhnya.

5. Menggunakan minyak yang tidak aman. Gunakan produk khusus bayi.

6. Memijat area berbahaya. Hindari memberikan tekanan pada ubun-ubun, tulang belakang secara langsung, area tali pusat yang belum lepas, dan area luka atau ruam.

7. Mengabaikan isyarat bayi. Bayi yang menangis keras harus segera dihentikan pijatannya.

8. Terburu-buru dan tegang. Pijatlah dengan santai, sambil mengajak bayi berbicara lembut atau menyanyikan lagu.

Pijat Bayi untuk Kondisi Khusus

Bayi kolik: Pijat perut dengan pola “I Love U” dan gerakan kaki seperti mengayuh sepeda dapat membantu mengeluarkan gas dan menenangkan bayi kolik.

Bayi kembung dan sembelit: Pijat perut searah jarum jam adalah salah satu cara rumahan yang paling direkomendasikan. Lakukan secara rutin setiap hari.

Bayi prematur: Teknik yang jauh lebih lembut dan sebaiknya dilakukan di bawah panduan dokter atau perawat.

Bayi dengan masalah kulit: Pilih minyak pijat yang sesuai anjuran dokter dan hindari memijat area kulit yang sedang meradang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah pijat bayi boleh dilakukan setiap hari?
Ya, bahkan dianjurkan — bila memungkinkan hingga tiga kali sehari selama sekitar 15 menit per sesi.

Minyak apa yang aman untuk pijat bayi?
Gunakan minyak pijat yang diformulasikan khusus untuk bayi. Lakukan tes kecil di area kulit terlebih dahulu bila ragu.

Bolehkah ayah memijat bayi?
Sangat boleh, bahkan dianjurkan.

Apakah pijat bisa menggantikan kunjungan ke dokter?
Tidak. Jika bayi menunjukkan tanda bahaya — demam, sesak napas, tidak mau menyusu, muntah terus-menerus, diare, kejang, atau tampak sangat lemas — segera bawa ke dokter.

Sampai usia berapa bayi boleh dipijat?
Pijat dapat terus dilakukan selama masa bayi hingga balita, dengan penyesuaian teknik dan durasi.

Pakaian yang Tepat Setelah Pijat Bayi

Pilihlah pakaian bayi berbahan lembut dan menyerap keringat, seperti katun berkualitas baik, dengan jahitan yang halus dan tidak mengiritasi kulit. Prinsipnya sama dengan prinsip pijat itu sendiri: kelembutan.

Kesimpulan

Pijat bayi adalah salah satu hadiah termurah sekaligus paling berharga yang dapat diberikan orang tua kepada bayinya. Kuncinya terletak pada tiga hal: kelembutan, ketepatan waktu, dan kepekaan membaca isyarat bayi.

Mulailah hari ini. Jadikan pijat sebagai ritual harian — misalnya setiap sore sebelum mandi atau setiap malam sebelum tidur.

Referensi

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), UKK Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial. “Stimulasi Pijat: Keamanan dan Manfaat.” https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/stimulasi-pijat-keamanan-dan-manfaat
  2. Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. “Mitos Seputar Pijat Bayi: Mana yang Benar dan Mana yang Salah?” http://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/mitos-seputar-pijat-bayi-mana-yang-benar-dan-mana-yang-salah
  3. Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Kesehatan Masyarakat. “Stimulasi Pijat pada Baduta.” https://kesmas.kemkes.go.id/konten/133/0/090815-stimulasi-pijat-pada-baduta
  4. Johnson’s Baby Indonesia. “Memijat Bayi yang Baru Lahir.” https://www.johnsonsbaby.co.id/pijat-bayi/memijat-bayi-yang-baru-lahir
  5. BebeClub (Danone Indonesia). “6 Manfaat Pijat Bayi dan Cara Aman Melakukannya.” https://Bebeclub.co.id/artikel/tumbuh-kembang/0-3-bulan/tips-dan-cara-memijat-bayi
  6. Studi efek pijat bayi terhadap pertumbuhan (terindeks PubMed). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34060735/
  7. Studi efek pijat bayi terhadap tidur dan perilaku bayi (terindeks PubMed). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21263210/

Baca Juga di Chiyo Baby Wear